SOSIALISASI DAN PRAKTEK MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK UNIJA, PRAKTIK PEMBUATAN LUBANG BIOPORI DI SDN MARENGAN DAYA I DAN SDN PAMOLOKAN I SUMENEP

Kegiatan Praktik Pembuatan Lubang Biopori Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Wiraraja bertujuan untuk memberi pengertian dan menanamkan kepada masyarakat kabupaten Sumenep khususnya  di SDN Marengan I dan SDN Pamolokan I Sumenep untuk melestarikan lingkungan, salah satunya pembuatan lubang resapan biopori. Dosen Fakultas Teknik UNIJA Ir. Abdul Muthalib Faradj, MT. menjelaskan, pihak Universitas khususnya Fakultas Teknik mengajak mahasiswa untuk praktik mengenali lingkungan di sela-sela pembelajaran teori mata kuliah Rekayasa Lingkungan.

Pelaksanaan Praktik Pembuatan Lubang Biopori dilaksanakan tanggal 01/12/2018 di SDN Marengan Daya I Sumenep yang diikuti oleh mahasiswa semester III Pagi A sebanyak 31 mahasiswa dan tanggal 08/12/2018 di SDN Pamolokan I Sumenep yang diikuti oleh mahasiswa semester III Pagi B sebanyak 39 mahasiswa .

Kegiatan pembuatan lubang biopori memberikan praktik pengetahuan secara langsung bagi mahasiswa alat untuk membuat lubang biopori dan cara penggunaanya. Biopori adalah lubang resapan yang dibuat vertikal kedalam tanah sebagai metode resapan air yang bertujuan untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Pengingkatan daya resap air pada tanah dibuat dengan cara membuat lubang pada tanah dan menimbun dengan sampah organik. Karena sampah organik yang dimasukkan kedalam lubang biopori akan menghasilkanpupuk organik (kompos). Sampah organik yang ditimbunkan pada lubang biopori akan menghidupi fauna tanah, yang selanjutnya akan mampu menciptakan pori-pori didalam tanah. Pori-pori didalam tanah inilah yang disebut dengan biopori.

Kepala Sekolah beserta jajarannya, Guru, Tata Usaha besrta murid- murid yang ada di SDN Marengan Daya I Sumenep dan SDN Pamolokan I Sumenep yang berkesempatan hadir disela-sela acara sosialisasi dan praktik pembuatan lubang biopori menyambut baik kegiatan seperti ini dalam rangka edukasi dan menjadi gerakan civitas akademika  untuk sadar lingkungan, dalam upaya pencegahan kerusakan lingkungan hidup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas